Pages

Subscribe:

Minggu, 15 April 2012

Kemosintesis


KEMOSINTESIS

Cahaya digunakan sebagai sumber energi untuk memecah molekul air. Elektron yang dihasilkan digunakan dalam proses transport elektron yang menghasilkan NADPH dan ATP. Senyawa NADH dan ATP ini digunakan untuk sintesis gula (selanjutnya diubah menjadi amilum) yang akan digunakan sebagai cadangan makanan oleh tumbuhan. Jadi, energi cahaya diubah menjadi energi yang tersimpan dalam bentuk ikatan kimia.

Sumber energi tidak hanya cahaya. Beberapa mikroorganisme ada yang dapat memperoleh energi dengan jalan mengoksidasi senyawa kimia. Misalnya bakteri belerang (Begiota, Thiotrix), bakteri nitrit (Nitrosomonas), bakteri nitrat (Nitrosobacter), dan bakteri besi (Cladotrix).

Bakteri belerang mengoksidasikan H2S untuk memperoleh energi. Selanjutnya energi yang diperoleh digunakan untuk melakukan asimilasi C. Proses penyusunan bahan organik itu menggunakan energi pemecahan senyawa kimia, maka disebut kemosintesis.
Perhatikan reaksinya:

2H2S + O2 —> 2 H2O + 2 S + energy

Energi yang diperoleh lebih kecil jumlahnya daripada yang dihasilkan dari cahaya. Energi tersebut digunakan untuk fiksasi CO2 menjadi karbohidrat. Dengan demikian, reaksi selengkapnya adalah:

CO2 + 2 H2S —> CH2O + 2S + H2O

Bakteri besi memperoleh energi kimia dengan cara mengoksidasi Fe2+ menjadi Fe3+. Bakteri Nitrosomonas dan Nitrosococcus mengoksidasi NH4 + untuk memperoleh energi dengan reaksi berikut ini:
 (NH4)2 CO3 + 3 O2 —-> 2 HNO2 + CO2 + 3H2O + Energi.

Demikian pula bakteri Nitrobacter melakukan kemosintesis untuk menghasilkan energi dengan reaksi sebagai berikut:

Ca (NO2)2 + O2 Ca (NO3)2 + Energi

Bakteri di atas dapat melakukan asimilasi C. Kemampuan ini dapat dibuktikan dengan memelihara bakteri tersebut dan memberikan zat-zat anorganik saja, ternyata bakteri tersebut dapat hidup dan berkembang. Apakah CO2 di alam akan habis karena dipakai tumbuhan untuk asimilasi C? Tentu saja jawabannya tidak. CO2 yang terpakai untuk asimilasi tumbuhan dan makhluk hidup fotosintetik lainnya diganti dengan CO2 dari pernapasan semua makhluk hidup, hasil pembakaran bahan- bahan organik, kegiatan gunung api, dan aktivitas makhluk hidup lainnya.

Adapun secara umum reaksi kemosintesis dapat terangkum dalam bagan di bawah ini :
Senyawa anorganik + O2  —> E + hasil sampingan —> H2—> H2 + O—> CO2 + H—> Glukosa
Tabel Perbandingan Fotosintesis dan Kemosintesis

Faktor pembanding
Fotosintesis
Kemosintesis
Bahan dasar
Sumber energy
Pelaku


Hasil
CO2 dan H2O
Sinar matahari/cahaya
Tumbuhan berklorofil


Karbohidrat/glukosa
CO2 dan H2O
Zat/senyawa kimia
Tumbuhan tak berklorofil/bakteri kemosintetik
glukosa


DAFTAR PUSTAKA

Pratiwi, dkk.2006. BIOLOGI. Jakarta : Erlangga.
Siregar, A. 2010.Anabolisme (Fotosintesis dan Kemosintesis).dikutip dari www.chemistri.org
        Pada tanggal 3 Mei 2011 pukul 19.30 WITA.



0 komentar:

Poskan Komentar